Review Novel “Alex” by Pierre Lemaitre

feature-alex

Alex, bisa dibilang, menjadi novel yang tanpa sengaja saya temukan karena tertarik dengan premisnya.

Saya tidak tahu bahwa novel ini sedang ramai diperbincangkan di sosial media karena jalan ceritanya yang dibilang ‘sakit’ oleh sebagian orang dan kebetulan baru saja diterjemahkan oleh penerbit besar di Indonesia. Buku ini digadang-gadang menjadi the most anticipated books of the month dan saya (awalnya) tidak tahu mengapa buku ini sebegitu ditunggunya. Saya hanya membacanya karena ingin dan ternyata buku ini sangat bagus sekali.

Berhubung edisi bahasa Indonesianya baru rilis dan belum ada di toko buku dekat rumah, saya memutuskan untuk membaca edisi bahasa Inggrisnya. Jadi, novel Alex ini merupakan novel berbahasa Prancis yang ditulis oleh Pierre Lemaitre. Pierre sendiri ternyata cukup terkenal sebagai penulis novel misteri dan kriminologi, serta sudah berulangkali mendapatkan penghargaan karena tulisannya. Alex merupakan novel kedua dari series Camille Verhœven yang dibuat oleh Pierre. Entah atas dasar pemikiran apa (saya lihat di laman Goodreads), novel ini justru menjadi novel yang pertama kali diterjemahkan dibanding novel pertamanya yang berjudul Irène. Tidak heran, di dalam Alex, ada banyak sekali spoiler yang bertebaran terkait dengan Irène.

Novel Alex bercerita tentang seorang gadis berusia 30an bernama Alex Prévost. Di awal kisah, pembaca akan diperkenalkan dengan karakter Alex yang sederhana, manis, agak introvert, dan juga sedikit pemalu. Ia merupakan gadis yang late bloomer, senang berdandan dengan menggunakan wig, dan senang hidup dengan berpindah-pindah. Pada satu ketika, saat Alex sedang mencoba-coba wig di toko langganannya, ia menyadari bahwa ada seorang laki-laki yang mengikutinya. Sejak di metro, di jalanan, dan di beberapa tempat yang didatanginya, Alex ingat bahwa laki-laki itu selalu berada di dekatnya. Merasa curiga, Alex pun melakukan berbagai hal untuk lepas dari laki-laki tersebut. Hanya saja, pada saat Alex mulai merasa siaga, laki-laki itu menghilang.

Kehidupan Alex pun mulai kembali seperti biasa. Ia pergi makan malam di sebuah restoran, menikmati keramahan dari waiters yang terpesona dengan kecantikannya, dan juga memerhatikan tamu yang duduk tak jauh dari tempatnya. Teror baru dirasakan oleh Alex ketika ia pulang dari makan malam dan memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke rumahnya. Ia diculik oleh orang asing, dipukul, dan dibawa paksa dengan menggunakan white van yang tidak teridentifikasi. Mimpi buruknya tidak berakhir sampai di situ: laki-laki yang menculiknya ternyata orang yang sama dengan yang mengikutinya sejak beberapa hari lalu dan ingin Alex mati di tangannya. Alex dikurung dalam sebuah gudang tua yang sudah tidak terpakai dan dipaksa masuk ke dalam sebuah peti kayu.

Di sisi lain, pihak kepolisan yang dipimpin oleh Police Commandant Camille Verhoeven, mendapat laporan dari saksi mata bahwa ada seorang gadis yang diculik pada malam itu. Hanya saja, penyelidikan menemui jalan buntu: polisi tidak bisa menemukan identitas korban, tidak ada tersangka yang bisa dicurigai, dan tidak ada bukti yang tertinggal di lokasi kejadian. Anehnya, tidak ada kerabat atau keluarga korban yang menghubungi polisi ketika sadar bahwa gadis tersebut telah hilang selama beberapa hari. Verhoeven harus menyusun puzzle tentang gadis ini sambil berlari memburu waktu untuk menyelamatkannya. Yang tidak diketahui oleh Verhoeven adalah Alex bukanlah korban penculikan biasa. Ia adalah gadis yang kuat, penuh perhitungan, dan memiliki banyak rahasia. Seiring dengan bergulirnya kisah, pembaca akan dibuat bertanya-tanya, siapakah sebenarnya Alex ini? Mana yang harus dipercayai, pemikiran Alex ataukah hasil penyelidikan yang ditemukan oleh Verhouven?

Jujur saja, begitu mulai membaca novel ini, saya langsung merasa cocok dengan gaya penceritaan penulis. Kisahnya tidak bertele-tele, langsung masuk ke dalam inti cerita, dan plotnya sangat rapat sekali seolah tidak meninggalkan ruang sedikit pun bagi pembaca untuk bernapas. Dan twist-nya! Saat mengecek di Goodreads, saya memang membaca beberapa review pembaca yang berkata bahwa twist di dalam buku ini benar-benar gila dan sangat berlapis. Hanya saja, saya tidak menyangka bahwa twist tersebut tersimpan begitu rapi di beberapa bagian dan membuat saya kaget begitu menemukannya.

Bayangkan saja, saya belum sampai di pertengahan kisah dan tiba-tiba saja muncul sebuah adegan yang thought provoking. Belum sempat bernapas dan menikmati jalan ceritanya, tiba-tiba ada twist lagi membuat saya harus berpikir dan membolak-balik halaman sebelumnya. Dan semakin menjelang akhir, semakin banyak informasi tentang Alex yang muncul dan membuat kita mengkonstruksi siapakah sebenarnya Alex ini. Reaksi saya terhadap tokoh Alex pun berubah-ubah: mulai dari iba, kesal, benci, dan pada akhirnya iba lagi. Yang awalnya tidak bisa menoleransi semua hal yang ia lakukan dan pada akhir kisah, saya mulai memahami mengapa ia melakukan hal-hal tersebut.

Saya tidak ingin memberikan spoiler, tapi bersiaplah ketika Anda mulai membaca buku ini. You didn’t see it coming.

Tokoh favorit saya dalam novel ini tentu saja Alex. Namun, Verhoeven sebagai petugas kepolisian yang bertugas untuk menangani kasus Alex ini juga patut mendapatkan apresiasi. Ia memiliki naluri yang tinggi ketika menyelidiki sesuatu dan bisa membaca situasi dengan baik. Anda akan terperangah dengan betapa cerdik, manipulatif, dan juga ‘dingin’nya ia begitu menangani kasus Alex ini.

Versi bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Frank Wynne ini terbilang enak dibaca, mengalir, dan bisa diikuti dengan mudah. Hanya saja, berhubung buku ini ditulis dalam bahasa Prancis, ada banyak sekali istilah-istilah yang agak sulit dimengerti meski sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Namun, itu hanya masalah kecil saja dan tidak mengurangi kesenangan membaca.

Pada akhirnya, novel Alex ini memang hanya berkisah tentang seorang gadis bernama Alex saja. In the end, Alex is just…Alex. Kasus penculikan yang berada di awal kisah hanyalah sebuah pembuka dari kejadian-kejadian lain yang tak kalah mengerikannya. Silakan baca buku ini dan bersiaplah untuk terkejut di akhir kisah.

Thoughts on book: A moving read that keeps you wondering what to believe. I give it 4/5 stars.

You may also like

Leave a Reply