Bersedia untuk Tinggal di Rumah Tua?

haddon-hall

Setiap orang selalu punya mimpi untuk memiliki sebuah properti Indonesia atas nama sendiri, yang bisa dihuni oleh dirinya dan keluarga masa depannya kelak. Mungkin, Anda pun salah satunya. Mimpi ini terus digenggam, diusahakan, dengan harapan untuk terwujud di suatu hari nanti.

Akan tetapi, bagaimana jika pada suatu ketika, Anda mendapatkan properti warisan keluarga yang telah diturunkan secara turun menurun dari masa buyut Anda? Bersediakah Anda menghuninya? Atau malah memilih untuk menjualnya, terlepas dari banyaknya sejarah yang melekat pada bangunan tersebut? Hmm, simak kisah dalam artikel berikut ini. Barangkali Anda bisa mendapatkan insight yang berarti.

Beberapa bulan lalu, sekitar awal bulan Juli, salah seorang Keluarga Kerajaan di Derbyshire mendapatkan tantangan untuk menghuni salah satu rumah warisan keluarga yang sudah kosong lebih dari 200 tahun. Rumah ini berada tidak jauh dari Chawtworth House dan pernah menjadi lokasi syuting untuk beberapa film berlatar belakang istana, mulai dari Pride and Prejudice hingga The Princess Diaries yang diangkat dari novel berjudul serupa karya Meg Cabot.

Selidik punya selidik, rumah yang diwariskan oleh Duke of Rutland ke-10 pada anak laki-lakinya, Lord Edward Manners pada tahun 1999 ini, telah kosong sejak tahun 1700. Tidak ada kerabat yang ingin menghuni rumah ini. Bahkan, Lord Edward Manners yang menjadi pemiliknya pun lebih senang tinggal di Tudor Manor House Haddon, Derbyshire, bersama keluarganya dan memilih untuk mengosongkan rumah warisan keluarga tersebut.

Namun, setelah mendapatkan tantangan dari publik, Lord Edwards pun pada akhirnya memutuskan untuk menghuni rumah tersebut. Tentunya, sebelum ditinggali, rumah itu harus mengalami perombakan habis-habisan. Istri Lord Edwards, Lady Edward Manners, menyatakan bahwa ia membutuhkan waktu tiga tahun untuk mengubah bagian dalam rumah agar bisa ditinggali dan terlihat modern. Untungnya, usaha Lady Edward membuahkan hasil. Kini, ia beserta anak-anaknya yang sedang tumbuh, bisa tinggal dengan nyaman di rumah baru mereka. Meski sudah kosong sekitar 200 tahun, rumah warisan keluarga tersebut sudah tampak modern dan berkelas.

Kalau Anda sendiri, mau tinggal di rumah warisan keluarga tidak?

You may also like

Leave a Reply