Kesalahan Saat Menggunakan Mobil Matic

tri_model

Katanya sih, mengendarai mobil matic itu jauh lebih praktis daripada mobil manual. Karena itulah, jika ada mobil yang menawarkan mobil dengan transmisi manual dan automatic, seperti Mitsubishi Strada Triton, mulai banyak yang memilih untuk membeli mobil dengan transmisi automatic. Pendapat yang dikemukakan tersebut memang benar, karena mobil matic tidak memiliki pedal kopling dan hanya memiliki pedal gas dan rem, sehingga akan lebih praktis dikendarai. Apalagi, ketika jalanan sedang padat merayap, kita hanya perlu menginjak kedua pedal tersebut bergantian. Sedangkan, pada mobil manual kita masih harus menginjak pedal kopling serta bergantian menginjak pedal gas dan rem.

Akan tetapi, ternyata kepraktisan ini justru membuat beberapa pengendara mobil matic melakukan kesalahan fatal loh. Biasanya, karena mereka terbiasa mengendarai mobil manual, sehingga belu terbiasa saat harus mengendarai mobil matic. Atau, bisa juga karena mereka belum benar-benar memahami bagaimana cara mengendarai yang tepat. Berikut ini, adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan:

  • Terlalu sering mengganti gigi

Mengendarai mobil matic tidak seperti mobil manual yang harus aktif mengganti gigi ketika mencapai Rpm tertentu. Pada mobil matic, kita hanya perlu mengganti gigi pada kondisi tertentu saja, misalnya pada saat tanjakan, mundur, atau parkir. Sementara, pada kondisi normal kita hanya perlu mengendarai mobil dengan posisi tuas berada pada gigi “D”. Namun, banyak pengendara yang terkadang merasa gemas dan malah secara aktif mengubah tuas ke posisi gigi “3” (untuk overdrive), meskipun tidak membutuhkannya. Padahal, gigi ini sebaiknya hanya digunakan pada saat kita membutuhkan tarikan yang lebih cepat, saat akan menyalip.

  • Salah memanfaatkan gigi “P”

Kemampuan gigi “P” untuk menghentikan laju mobil, sering salah dimanfaatkan oleh para pengendara mobil matic. Gigi ini tidak hanya dimanfaatkan saat sedang parkir saja, tetapi juga saat sedang berada di kemacetan pada jalanan yang tidak datar. Tujuannya, agar mereka tidak perlu repot-repot menahan laju mobil dengan menginjak pedal terus menerus. Padahal, hal ini tidak disarankan. Selain itu, memindahkan tuas ke posisi “P” sebelum mobil benar-benar berhenti, juga sangatlah berbahaya karena dapat merusak mesin.

  • Menginjak pedal yang salah

Bagi pengendara mobil manual yang terbiasa memiliki 3 pedal yang harus dikendalikan, terkadang merasa bingung ketika mengendarai mobil matic. Biasanya, hal ini dikarenakan mereka sudah terbiasa dengan adanya pedal kopling. Inilah yang akhirnya, membuat mereka salah menginjak pedal gas atau rem saat sedang mengendarai mobil matic.

  • Tidak paham perawatan mobil matic

Meskipun tidak terlalu banyak, namun tetap saja ada perbedaan antara perawatan mobil matic dan manual. Misalnya saja, seperti adanya penggantian oli transmisi matic pada mobil matic, yang tidak perlu dilakukan pada mobil manual. Mengetahui cara perawatan mobil matic ini akan membantu kita untuk menjaga agar mesin mobil dapat berfungsi manual, dan mobil dapat dikendarai dengan nyaman. (Vita)

You may also like

Leave a Reply